Selasa, 07 Juli 2020

Jurnal Kupu-kupu Minggu ke-7

Filosofi warna kupu-kupu saya dominasi warna merah, karena warna ini melambangkan diri ini yang pantang menyerah sebelum memulai. Untuk level kupu-kupu ini, saya pernah mengajukan diri minta dispensasi karena awal kelas kupu-kupu, saya sedang menanti Anak ke-3. Khawatir tidak bisa mengikuti kelas dengan maksimal, opsi yang ditawarkanpun saya  memilih jadi mente/mentor untuk diri sendiri, atau mengikuti jalur seperti teman-teman yang lain atau mengundurkan diri. Rasanya mengundurkan diri sebelum berjuang, bukan saya banget. Hehehe. Akhirnya saya beranikan diri, untuk mengikuti jalur seperti teman-teman yang lain. Saya mencari mentor, karena dirasa PR membersamai anak banyak dan termasuk dalam mind mapping saya. Jadi saya mengajukan diri menjadi mente dari mba yuna. Alhamdulillah diterima.

Warna hitam dari kupu-kupu saya ini dikarenakan saya merasakan belum maksimal dalam Melaksanakan kelas kupu-kupu ini. Saya masih adaptasi peran baru, menjadi ibu dari tiga orang anak dan saya rasakan kekhawatiran apakah bisa melewati tahapan ini, dimana Zhafran masih kaget dengan situasi sekarang. Alhamdulillah hanya Allah yang memudahkan ini dan saya terus berdoa semoga ini dapat saya lakukan dengan semaksimal mungkin. Semangat 😊💐


Ini surat cinta dari mentorku, mba yuna


Ini surat cinta dariku untuk mba Yuna



Selasa, 30 Juni 2020

Jurnal Kupu-kupu Minggu Ke-6

Jurnal keenam ini aku mengunakan lambang matahari, awan, pelangi dan bintang jatuh.

Untuk hari Jumat dan Sabtu menggunakan lambang yang sama, yaitu matahari tersenyum. Kenapa menggunakan lambang matahari? Karena belum ada ide diluar kebiasaan kami, masih seputar bermain sepeda dan menemani bermain. Jumat dan Sabtu yang belum kreatif.

Hari Minggu saya lambangkan gambar awan, karena kondisi saya dan suami yang lelah. Lelah kenapa? Karena semalem ada kebakaran dan pemadaman listrik. Jadi kita tidur sambil ngipasin anak dan saya masih bangun untuk mengASIhi shanum. Jadi kegiatan Minggu tidak ada yang istimewa.

Hari senin saya gambarkan lambang pelangi, karena saya mulai menggunakan ide bermain dari mentor saya, mba Yuna. Sederhana bahannya, saya beli di hari Sabtu. Makaroni mentah, ini disulap jadi ide bermain untuk melatih konsentrasi lebih lama. Apakah berhasil? Anaknya tertarik, tetapi tidak lama. Gak semua makaroni dimasukkan ke tali rafia, Alyssa lebih memilih menggunakan cat air untuk mewarnai makaroni dan dijadikan kalung.

Hari Selasa saya gambarkan dengan bintang jatuh, karena Alyssa insiatif sendiri menggambar. Sudah lama sepertinya semenjak lebih menyukai menonton tv, kegiatan menggambar hanya untuk selingan. Jadi atas inisiatif hari ini, saya seperti mendapatkan Alyssa kembali. 😁.

Yang harus saya lakukan adalah menyiapkan energi extra dan ide bermain yang lebih kreatif.

Menurut mentorku mba Yuna :

💐 Masya Allah menurutku mba Kartini seperti taman bunga yg menumbuhkan bunga2 (anak2) dengan segala keunikannya

 Usaha mba Kartini membuat tanah di taman menjadi gembur🌱🌻🌷🌹🥀🌺




Selasa, 16 Juni 2020

Jurnal Kupu-kupu Minggu keempat

Hubungan mentor dan mente Alhamdulillah baik. Saya selalu menanyakan jika ada yang saya lewatkan informasinya, karena masih pasca pemulihan melahirkan anak ketiga dan adaptasi. Saya juga menjelaskan bahwa anak kedua saya, Zhafran merasa asing dengan adiknya. Bagaimana respon Zhafran saat saya menyusui adiknya. Pernah sampai nangis sesenggukan, lalu saya peluk saya shalawatan baru tertidur. Bagaimana juga ini menguras emosi saya, merasakan kasihan, sedih tetapi saya tidak mau berlarut-larut karena saya pernah berada di posisi baby blues.

Sekarang saya menghadapi tantangan anak pertama yang mulai kecanduan nonton TV. Semenjak covid, otomatis kegiatan di luar rumah sangat minim, ditambah setiap sore saya jualan. Saya mulai siasati dengan kegiatan simple tetapi menjauhkan dari kegiatan menonton. Saya buka-buka aplikasi yang sudah lama saya unduh, Alhamdulillah mulai mengurangi dan usaha ini semoga membuahkan hasil yang baik. Aamiin

Kamis, 14 Mei 2020

Kelas kupu-kupu jurnal kedua

Mentor saya menanyakan akan ngobrol via video, jam berapa kira-kira mba bisa dihubungi di hari Rabu atau Kamis? Saya bingung harus menjawab apa, karena hari Rabu suami kerja, anak-anak jika mamanya pegang gagdet, otomatis akan muncul rasa ingin tahu yang besar. Hehehehe.  yang ada bisa kacau, hari Kamis pas suami WFH saya juga binggung jam berapa. Sedangkan hari Jumat adalah hari terakhir pengumpulan jurnal. Deg-degkan takut belum sempat buat jurnal atau videocall dengan mentor sudah persalinan. Hahaha. Akhirnya dipikir-pikir waktu luang saya setelah sahur dan membaca dhikir pagi dan petang. Saya putuskan hari Rabu jam 5.30, "duh kepagian gak ya? Mentornya mau gak yah?", Udah takut ditolak duluan. Alhamdulillah punya mentor yang baik banget mba Yuna Tresna.  Beliau bersedia untuk melakukan video call lewat WhatsApp jam 5.30 dihari Rabu. Rasanya saya melihat jam khawatir kerjaan cuci baju belum selesai udah jam segitu, Alhamdulillah beres 5 menit sebelum memulai video call dengan mentor.

Tertera di aturan kalau video call cukup 5-10 menit, tetapi diluar kendali saya. Saya kaget pas suami bilang akan berangkat kerja, sedangkan saya tahu suami berangkat jam 07.00. benar adanya kalau sudah jam 07.00, ya Allah sampai gak inget waktu. Malu rasanya 🤭😅. Mulai dari kegiatan yang biasanya saya lakukan, kenapa bisa resign, bagaimana saya pernah merasakan rasanya baby blues, bagaimana Selftalk juga mempengaruhi kehidupan kita, dan Montessori adalah hal yang baru bagi saya. Saya menjelaskan bagaimana kurangnya ilmu saat mendidik anak pertama jalan, sehingga memori berjalannya adalah hampir setiap saat berlari. Kata mba Yuna ini bisa diterapi, wah makin semangat saya menimba ilmu Montessori.

Kamis, 07 Mei 2020

Kelas kupu-kupu jurnal pertama

Kelas kupu-kupu saat ini saat diri ini ditantang untuk menjadi mentor dan mente. Tantangan berikutnya  buat saya pribadi adalah fokus pikiran yang terpecah antara tugas kelas kupu-kupu dan menunggu gelombang cinta anak ketiga. Rasanya luar biasa ya, sempat japri mba dyah, mba indah dan mba ayu.

Ini opsi yang bisa dipilih untuk mahasiswi Buncek yang akan melahirkan mbak ⤵️

1. tetap lanjut mengambil opsi min 6 jurnal terselesaikan dalam 8 week

2. Ambil pilihan sebagai mentor dan mentee untuk diri sendiri. Selang seling. Week ini jadi mentor, week 2 jadi mentee. Sesuaikan langkahnya seperti yg diinfo facebook nanti.

3. Mengundurkan diri, artinya nanti ikut batch berikutnya, ngulang dari awal 🙈💪

Awalnya saya memilih opsi dua, khawatir tidak bisa maksimal jika mengikuti alur seperti biasa. Kalau opsi ketiga, seperti belum berjuang tetapi sudah menyerah, "wah bukan saya banget ini mah", hehehe. Lanjut mau opsi no 2, tetapi koq, saya jadi bingung sendiri, bagaimana harus chat diri sendiri di massenger FB. Daripada saya binggung berkepanjangan akhirnya saya memberanikan diri mengambil jalur biasa, menjadi mentor dan menjalani peran mente. Saya submit peran sebagai mentor, walaupun sampai saat ini belum ada yang melamar. Lalu saya chat mba yuna, tentang metode Montessori. Belum begitu paham metode ini, tetapi saya tertarik.

Kami kenalan via massenger FB, namanya mba Yuna Tresna IP Karawang.
Ini perkenalan dari mba Yuna.
"Saya Yuna tinggal di Karawang. Alhamdulillah setelah ikut training-training Montessori di berbagai tempat dan akhirnya ikut diploma Montessori pondasi, awal Montessori itu adalah Filosofinya. Naah baru menyusul penggunaan materialnya. Makanya saya di sini fokuskan pada Filosofi Montessori".

Dan saya juga menjelaskan kenapa saya tertarik dan kondisi saya saat ini. Selamat berjuang Kartini, dikelas kupu-kupu ini. Semangat 🔥💥

Zona Newstime Minggu Ke-2

Zona N Minggu kedua,  kami akan mengadakan selebrasi cluster. Wah.. kira-kira selebrasi mau dibuat gimana ya? Jujur, Minggu ini saya jarang ...