Kamis, 02 November 2017

Think Creative, day 1



Tantangan level 9 "think creative", membuat hidup makin hidup, bayangkan saja diri ini ditantang untuk merubah kata masalah menjadi tantangan. Setiap hari bisa ada masalah, saatnya merubah menjadi tantangan dan buat sesuatu yang beda. 

Momentumnya bisa pas banget ya, karena yang jagain galon resign, hasilnya mbah uti gak bisa masak walaupun cuman ala kadarnya. Akhirnya sudah beberapa hari ini, saya masak yang saya bisa, itu juga yang sederhana karena sekalian jagain alyssa yang kinestetik dan mudah bosan.

Tantangan level 9, hari pertama saya beri judul "Masak Rendang Perdana ala Mama Alyssa"

Dari kemarin alyssaku lagi batuk dan pilek. Awalnya kepikiran gak bisa masak nih, takut anak rewel gak mau ditinggal. Tetapi gak boleh jadi alasan kan gak masak. 
"ayo kartini kamu bisa, yang simpel aja pikirkan" batin saya sudah bergejolak dari subuh.  "hmm...masak ikan cuek sama sayur bening aja kali yah" rencana awal. tetapi gagal, karena ke pasar sudah mendekati jam 9, artinya ikan cuek udah banyak dikerubutin lalat (gak deh, pikirkan menu lain, ayo..)

Tiba-tiba kepikiran game level 9, "aahaa.. buat sesuatu yang beda, yang belum pernah" perang batin 😂 ini antara di acc sama mbah uti apa gak yah."
coba dulu bilang, gak di acc pikirkan yang lain. wah ternyata respon diluar dugaan, diperbolehkan bunprof, senang campur takut tetapi lebih seru coba hal baru 😅
Sebelum ke pasar tanya mbah uti dulu, bahan-bahan apa aja yang mesti dibeli. Ada
daging segar, daun salam, daun jeruk, sereh, lengkoas, jahe, cabe merah, kelapa parut, yang hendak dibeli. 

Wah, sampai rumah rencananya mau rebus cabe dulu, tetapi karena flu alyssa jadi maunya ditemenin. (wah, gagal gak yah masak daging, jadi gak yah). " ayo ni, cari ide biar alyssa asik main apa gitu, saya jadi bisa masak". Saya bawa bawang merah dan bawang putih ke kamar, alyssa yang awalnya main lilin-lilinan berubah haluan jadi ikutan ngupasin bawang pakai tangan. 


foto : alyssa tampak sibuk ngupas bawang, kamarpun bau bawang 😂

Selagi alyssa asik ngupas bawang, saya rebus cabe merah dan menemani alyssa. Bawa juga lengkoas dan jahe, kupas di kamar. Semangat, mencoba hal baru itu seru. Setelah selesai, saya tanya mbah uti, masing-masing butuh berapa banyak. 
7 bawang merah, 6 bawang putih, cabe rebus, 5 kemiri, ketumbar diblender hingga halus. Kelapa yang telah diparut diambil santannya dulu, pisahkan antara yang kental dengan bening. Ini alyssa juga ada di dapur, lagi mainan ketumbar dipindahkan satu per satu. 


foto : tampak dapur yang acak-acakan, karena alyssa sedang mengexplorer bumbu-bumbu dapur. yang penting bisa masak, urusan beresin belakangan. 😆

Tumis bumbu yang sudah diblender hingga matang, tambahkan daun jeruk, daun salam, sereh dan jahe yang telah dikeprek. tumis lagi, baru daging dan santan bening. lalu sewaktu-waktu diaduk. Sambil menunggu air berkurang, saya mulai merapikan dapur, cuci piring dan gelas dulu. saat mulai berkurang airnya (sat), baru ditambahkan santan kental. lanjut di rebus, saya lanjut nyapu lantai sampai beresin kamar. Semua sudah rapi, tinggal menunggu sat santanya, ditambahkan sedikit garam, mecin dan gula merah, aduk-aduk agar tidak nempel/gosong. alhamdulillah masak rendang selesai sebelum dhuzur.


foto : Memasak rendang perdana 😊

"yeee...akhirnya bisa juga" senangnya bukan main. Akhirnya mbah uti juga bilang "kalau gak dicoba, mana bisa-bisa". "ya ma, siap masak yang lain". 😊

#Kartini
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahbunsayIIP
#ThinkCreative

Sabtu, 14 Oktober 2017

How I Met My Husband

"nini punya pacar gak? koq gak pernah dibawa". Seringkali pertanyaan ini ditanyakan saat arisan keluarga. "gak punya lek, nini mah langsung nikah aja, gak usah pacaran", antara binggung jawabnya dan memang gak punya pacar 😆. Lulus kuliah, sudah kerja, makin sering ditanya, makin yakin juga jawabannya 😅. Makin yakin galau juga, kapan ya, teman-teman angkatan udah mulai satu persatu nikah, "saya kapan yah?" ini usia rawan-rawan antara prinsip gak mau pacaran dan berpikir bagaimana mau nikah kalau pacar gak punya. Usia sudah 27 tahun, tanda-tanda pangeran kuda putih tak juga muncul. Prinsip jodoh datang sendiri mulai buyar, terus gimana yah, sedangkan usia makin merambat naik, makin galau, alhamdulillah malah semakin khusyuk sholatnya, semakin kuat puasa senin-kamisnya, semakin rajin tahajudnya, "Masya allah, kalau udah curhat sama Allah" hati semakin tenang. Seperti titik ikhlas, pasrah sama Allah, yakin aja pasti datang.

Tiba-tiba lek hj endang ngajakin umroh, "umroh yuk ni?". saya binggung jawabnya antara mau dan uangnya dari mana yah. "memang umroh berapa lek hj?" berani nanya dulu kali aja memang bisa. "murah ni, cuman enam belas juta rupiah" enteng sekali kan bilangnya 😆. "wah nini gak ada lek hj uang segitu, tahun depan aja lek hj, nini ngumpulin uang dulu" lalu mama saya tanya "memang ada uang berapa ni?" nini sih ada uang tabungan cuman kemarin niatnya untuk lasic mata, kalau umroh belum cukup. "baru ada delapan juta ma, masih kurang banyak, tahun depan aja lek" lalu tiba-tiba cling "udah nini daftar aja, nini ada uang berapa, nanti sisanya emak tambahin". Masih gak percaya sama percakapan tadi. Setelah daftar, ternyata total dua puluh juta rupiah, 😅 tetapi jika Allah sudah berkendak, percaya saja pasti dimampukan, alhamdulillah. Sebanyak apapun gaji kita, belum tentu Allah izinkan umroh dulu. Disana doa utama, so pasti "ya Allah, dekatkan dengan jodohku" 😅😂

Karena prinsip, jodoh datang sendiri mulai buyar, pasti ada yang salah nih dengan prinsip saya 😆, mulailah dengan ikhtiar. Mau ta'aruf, binggung, gak ikut liqo. Awal-awal ikhtiar minta dikenalin sama teman. Teman aku ini punya kandidat, dulu sih waktu SMA, bagus agamanya lalu bertukar pin bb, saya orang to the point loh. 😆 "saya tanya gimana sholatnya?" jawabannya masih beletang beletong. Nih cowok jujur sih, tetapi bukan ini yang dicari. Blacklist 😆, minta maaf langsung deh, selesai. Teman saya yang ngenalin juga minta maaf dan kapok takut kejadian lagi. 😵. Lalu binggung kan ya, duh mesti ke siapa nih. Nah teman saya, ada yang ngenalin juga. Ini berkesan, karena sudah janji, padahal hujan, jadi pakai jas hujan 😅. Kandidat kedua ini, kalau dilihat dari usia jauh diatas saja. Sebenernya udah gak klik nih, tetapi ditanya dong yah, " sholatnya gimana?" lah jawabannya masih suka ninggalin sholat. Hati gak klik ditambah kuat banget alasan buat nolak. Maaf ya 😅.

Kriteria minimal yah harus sholat dan gak ngerokok. Teman bilang "duh syaratnya berat amat gak ngerokok, zaman sekarang mah cowok jarang banget yang gak ngerokok, satu banding seribu kali mba" antara kasih data dan pesimis sama kriteria saya. Duh buat apa kalau punya suami, saya sebel karena menghirup asap rokok yang ada bisa berantem tiap hari. "ya gak apa-apa pasti ada, yakin aja ama Allah" mantapkan jawabannya 😆😆😆

Di kantor saya selesai sholat dhuha, rom tiba-tiba nanya "mba, lo mau ta'aruf". "hehehe ya maunya gitu, cuman gue kan gak liqo" binggung kan 😅 "mau gue kenalin gak mba, ama sepupu gue. dia udah umroh juga mba, sama kayak lo, anaknya juga sholeh" nah loh, tiba-tiba ada yang kasuh kandidat. Entah kenapa langsung kepikiran "kayaknya ini jodoh gue" 😆😆😆
Padahal mukanya aja belum tau kayak gimana. "tetapi nanti ya mba, sepupu gue baru meninggal bokapnya". Ini percakapan di bulan desember.

Di awal bulan januari, baru kami tukeran cv dan akhir bulan ketemuan. Dari tukeran cv sampai proses lamaran hanya waktu sebulan. Kalau ditanya koq bisa yakin gitu "percaya saja, ada cowok yang belum kenal lama, tetapi udah berani langsung melamar artinya dia berani bertanggung jawab di akhirat kelak. Mempertanggungjawaban diri sendiri aja berat, lah ini istrinya ditanggung juga, belum lagi anak-anaknya" pikir saya kala itu. Banyak prinsip-prinsip yang membuat saya yakin " jika jodohnya maka akan dimudahkan, mulai dari proses cv, ketemu antara keluarga dan lamaran". dan lagi-lagi Allah kabulkan doa saya mendapatkan suami yang sholeh dan gak ngerokok. Dilamar bulan februari, kenapa baru nikah dibulan agustus. Karena di bulan mei, adik calon suami juga akan menikah, karena rencana duluan mereka.

Wah pas bagi undangan di kantor jadi heboh, "lo beneran mba mau nikah?" lah koq gak ada ekspresinya yah, gak heboh gitu nyiapin undangan atau lain-lain. banyak pertanyaan heran, kapan nyiapinnya, lah gak ada suaranya. ini lah nikmatnya "ekspresi datar" 😆😆😆. Belum lagi teman ada yang searching langung saat dapat undangan, "gue penasaran kriteria kartini yang kayak gimana?" 😆.

24 agustus 2014, alhamdulillah saya menikah dengan lelaki pilihan Allah. Semoga pernikahan ini menjadi penetram hati diantara kami berdua, menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah dan berkumpul kembali di jannah-NYA, aamiin".

Semoga dari cerita saya tentang "How I Met My Husband", membuat inspirasi orang yang membacanya, bahwa Jodoh itu misteri Allah, bagaimana caranya, kapan dan dimana, hanya Allah yang tahu. Tugas kita adalah memantaskan diri untuk peran yang lebih besar menjadi seorang Istri dan Ibu. Ikhlas dan terus memperbaiki niat kita untuk menikah, pasti Allah tunjukkan dengan cara yang indah. 😊😍


#rumbelmenulisiipjakarta
#howimeetmyhusband
#lovestory
#tantanganmenulisoktober



Selasa, 03 Oktober 2017

Aliran Rasa Level 8


Alhamdulillah tantangan bunsay level 8 sudah dijalani. Sewaktu melihat digrop,  koq kayaknya kosong korlan,  saya mengajukan diri untuk membantu, walaupun gak pede sih.  Penyakit minder susah pergi 😂😅😆.

Hari 1-10 alhamdulillah lancar,  lalu tiba-tiba alyssa kejang demam lagi.  Mana ini kejangnya sewaktu di bus,  karena saya jadi panitia jalan-jalan keluarga besar.  Sudah minum obat,  ternyata Allah berkendak lain,  alyssaku kejang lagi,  walaupun gak sampai 1 menit, membuat agenda berantakan.  Kita turun mencari RS terdekat untuk memeriksa kondisi alyssa dan putar balik pulang ke rumah. "sehat ya de,  jangan sampai dirawat dan kejang lagi" detik demi detik dilalui seakan lama,  makin panik jika suhu tubuh alyssa mulai naik.  Sampai rumah, demam masih enggan turun.  Tidur 1 1/2 jam membuat badan serasa terbang,  dan memeriksakan alyssa kembali ke RS, alhamdulillah hasilnya baik.  Sempet tanya dulu ke teh novi,  bagaimana ini apakah masih bisa menulis walaupun tidak ada hubungan dengan tantangan level 8, karena bilang gak apa-apa diluar kuasa manusia,  akhirnya saya lanjutkan sampai hari 13.

Dari menjadi korlan dadakan sampai alyssa sakit lagi,  saya menemukan banyak point penting :
"sebaik-baiknya perencana manusia,  allah yang menentukan kita bisa hadir ditempat itu.  Walaupun dekat,  tetapi jika allah gak ridho,  gak akan terlaksana"
"belajar ikhlas menerima takdir allah"
"belajar sabar,  karena kalau anak sakit otomatis orang tua harus lebih sabar karena rewel"
"sebagai manusia selalu kurang ilmu,  maka setiap hari harus ditambah ilmunya"
"silahturahmi memberikan banyak manfaat,  termasuk saran dan doa dari teman-teman semua"

Terima kasih Ibu Septi,  Team Fasil,  dan  kelas bunsay yang selalu memberikan ilmu yang bermanfaat untuk saya dan keluarga 😊😘

#AliranRasa
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#MendidikAnakCerdasFinansialSejakDini

Rabu, 27 September 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini, day 13

Alyssa masih sedikit demam,  efek nonton di hp masih beradapatasi lagi.  Karena kemarin sewaktu di bus pulang dari subang ke jakarta,  agar bisa diem dikasih nonton.  Tetapi efeknya bisa berkelanjutan dan buat rewel.  Sebentar-bentar minta hp dengan alasan mau meong atau nonton bayi.  PR baru lg, adaptasi lagi ya de.

Project yang berhubungan dengan game level 8, menghitung uang koin yang sudah ditabung oleh alyssa.  Saya hitung ada lima belas ribu rupiah, masih ada janji beli ikan cupang,  kalau badan alyssa sudah sehat ya de. Kita beli ikan nya. Semoga alyssa sehat selalu,  aamiin. 😘

#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Selasa, 26 September 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini, day 12

Badan serasa terbang, pusing,  meriang, tidur 1 1/2 jam dikarenakan panas alyssa yang tidak mau turun, menghitung tiap detiknya,  kapan waktunya minum obat,
dikuatkan untuk membawa alyssa ke dokter. Setelah proses administrasi,  alyssa diperiksa suhu tubuh dan ditimbang berat badannya. Dirumah saya sudah beri obat panas dan jam 10 baru minum lagi,  tetapi periksa ke dokter jam 8, Suhu tubuh alyssa 39,2 & berat 8 kg,  karena alyssa gak mau nimbang sendiri jadi kurang akurat. Sedangkan kemarin saat ditimbang alyssa beratnya 8,7 kg.  "wah koq alyssa 39,2 ya mas,  sedangkan gak panas-panas banget, coba ambil alat ukur suhu punya kita" lalu suami mengambilkan alatnya dan ternyata suhunya hanya 37. "ya Allah,  kenapa ini?  Jadi alyssa kejang kemarin,  karena cek pengukur suhunya tidak akurat". Perawat vilang lebih akurat lewat ketiak,  tetapi alyssa sangat susah diukur suhu. Jadi 37 alat suhu yang kita punya, berbeda 2 derajat,  makanya alyssa sampai kejang.  Setelah menunggu sebentar,  alyssa diperiksa dan dimasukkan obat penurun panas lewat rektal.  Karena suhu sudah 39,2, dikhawatirkan akan kejang kembali. Diperiksa darahnya,  untuk melihat kenapa alyssa demam dan sampai kejang.  Berdoa dan terus berdoa "semoga alyssa baik-baik saja", karena jika hasilnya kurang bagus,  dokter menyarankan untuk dirawat. Sedangkan saya kasihan jika anak harus diinfus,  seperti saat kejang demam yang pertama. Alhamdulillah hasil baik,  alyssa bisa pulang dan menebus obat di apotik RS. Sehat terus ya de, aamiin.


Foto : menunggu hasil laboratorium dan alyssa memperhatikan jarinya. Sewaktu disuntik gak nangis,  tetapi pas dikeluarkan darahnya nangis.  😩

Karena kondisi alyssa kurang sehat,  jadi tugas level 8 hari 12 yang berhubungan dengan cerdas finansial tidak maksimal.  Tetapi saya berusaha untuk mencari hal-hal yang berhubungan dengan level 8 saat beraktivitas dengan alyssa.

"lagi apa ma?" tanya alyssa melihat beberapa lembar uang kertas
"ini uang kertas de,  lagi dihitung"  satu dua tiga perlembar saya hitung dihadapan alyssa.
Alyssa mengetahui ini uang,  tetapi melihat aktivitas saya menghitung uang,  dia menanyakan hal tersebut.

📝 aktivitas menghitung uang adalah hal baru bagi alyssa.


#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Senin, 25 September 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini, day 11

Hari ini agendanya family gathering ke ciater,  pemandian air panas. Acara perdana jalan-jalan keluarga besar.  Pagi jam 4 alyssa mulai anget,  saya minumin obat penurun panas.  Lalu bersiap untuk berangkat. Jam 6.45 bis rombongan berangkat dari jakarta menuju ciater.  Alyssa didalam bus,  tidur karena kondisi kurang enak badan.  Jam 8 waktunya alyssa minum obat lagi.  Dibangunkan dan alyssa tidur kembali.  Selang 5 menit kemudian alyssa kejang.  "ya Allah,  kenapa dengan alyssa?" hati menangis melihat alyssa saat kejang. Memori kejang pertama dibulan juni terulang lagi. Sudah dijaga sebaik-baiknya,  "kenapa kejang lagi ya allah?" menyesal karena ikut berangkat,  gak enak kalau gak ikut,  karena jadi seksi repotnya. Suasana di bus panik melihat alyssa kejang "buka jaketnya,  jangan dikekep" saran ibu Hj Mur.  Lalu suami langsung membuka jaket dan sepatu.  Kejang berlangsung 1-2 menit. Lalu ayah saya, "udah kita pulang lagi?" saya disuruh langsung nyebrang tol "mau naik apa dari sini" batin berkecambuk binggung.  "ya Allah jaga Alyssaku" aamiin.

Lalu saya, suami,  mama & bapak saya ikut serta turun dari bus, mencari rs terdekat untuk memeriksa alyssa.  "mencari obat penurun panas dari rektal kalau tiba-tiba kejang kembali" ini yang saya harus dapatkan. Tak mudah mencari obat ini di subang, 5 apotik pun tidak ada yang menyediakan obat ini.  Akhirnya diganti proris supp,  untuk jaga-jaga. Kami naik angkot ke terminal,  menuju jakarta. Tak ada rute yang langsung ke jakarta utara. Hanya ada ke kampung rambutan,  lalu kami naik dan transit untuk ke tg priok.  Lanjut naik grab ke rumah.  "ya Allah,  sehatkan alyssa,  jaga alyssa, Engkaulah sebaik-baiknya penjaga". Aamiin.

Dari sini aku makin menyadari, sebagus-bagusnya rancangan manusia, jika Allah tak mengizinkan maka tidak dapat dilaksanakan.  Walaupun tinggal dekat.  "Ya Allah,  engkaulah sebaik-baiknya perancang takdir kami" 😭😭😭.

Seperti perhitungan rezeki  dimata kita akan berbeda dengan perhitungan Allah. Jika kita selalu merasa kurang.  Tetapi jika kita selalu bersyukur,  rezeki akan datang tanpa arah yang diduga.



Foto : ini kenang-kenangan kami,  sewaktu alyssa belum kejang dan kami bersama rombongan keluarga besar. Ini alyssa tidur minta pakai kacamata.



Foto : disini kami memeriksakan alyssa untuk mengecek kondisi kesehatannya.


#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Sabtu, 23 September 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini, day 10

Sesuai janji menabung ingin beli ikan cupang,  tetapi hari ini saya kurang enak badan,  jadi rencananya ditunda dulu.  Sempet dibuka celengannya,  tetapi sama alyssa hanya dipindah saja dari kepala hello kitty ke badan hello kitty 😅.
Setiap lihat uang koin,  saya bilang "masukiin celengan yuk de". Sambil lihat kanan kiri "mana celengannya ma?". "itu dia celengannya" alyssa langsung jalan ke sana.

Lagi-lagi mendengar suara "te..tot..te..tot" dari gang rumah.  Abang roti memanggil ingin dibeli.  Alyssa sudah hapal suara ini abang roti lewat, kemarin dibelikan tetapi gak dimakan.  Jadi hari ini saya tidak ingin membelikan, karena alyssa ingin diturutin saja. "gak usah beli ya de,  kan kemarin gak dimakan,  nanti rotinya sedih gak dimakan" jelas saya. "ya" alhamdulillah alyssa paham


📝 komunikasi memegang peranan penting,  seperti kuliah bunsay level 1. Alhamdulillah.

#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Zona Newstime Minggu Ke-2

Zona N Minggu kedua,  kami akan mengadakan selebrasi cluster. Wah.. kira-kira selebrasi mau dibuat gimana ya? Jujur, Minggu ini saya jarang ...