Senin, 06 November 2017

Think Creative, day 6

Lihat kulkas ada ikan cuek, "wah mbah uti sudah beli ikan nih" pikiran saya langsung tertuju rencana masak sayur bening dan sambal. Mudah dan cepat nih, tetapi saat mau ke pasar, mbah kakung request sayur asem "huaa..gimana nih belum pernah buat" gagal rencana awal. Minta persetujuan mbah uti dulu nih, "ma, bapak minta sayur asem, nini gak tau bumbunya, jadi gimana?" respon mbah uti "hadeeh.. ada-ada aja minta sayur asem, kayak sempet masak aja" artinya mbah uti antara setuju apa gak. "jadi sayur bening aja" tanya saya lagi. Tiba-tiba mbah kakung bilang lagi "udah lama gak makan sayur asem" galau kan jadinya. Maafkan anakmu yang belum bisa masak ini pak (antara menerima tantangan dan khawatir rasanya kacau balau seperti sayur bening perdana).
"ya udah sayur asem nih, beli tempe sama kacang yah" pesan mbah uti. 

Saya ke pasar bersama alyssa, kali ini alyssa minta gambaran tetapi yang pembagian (beratnya permintaan alyssa, tidak tau apa yang menarik menurut alyssa, dicarikan alternatif gambar malah pembagian). Setelah ke pasar beres, alyssa masih sama ayahnya, jadi saya bergegas masak tercepat sebisa saya. Bumbu tempe saya blender dan saya rebus beserta tempe supaya meresap dan gurih. Kompor satunya saya goreng ikan cuek, lanjut masak nasi. Setelah itu saya rebus air untuk isi termos dan masak sayur. Lagi-lagi saya bertanya bumbu ke mbah uti, "bumbunya apa aja ma dan berapa banyak?" menuju tempat mbah uti menjaga galon, sedang sibuk rupanya karena karyawan gak masuk 2 orang. "bumbu biasa, bawang merah, bawang putih, kemiri, cabe diblender. udang kering diceplungin aja, jangan diblender" jelasnya buru-buru. "masing-masing berapa ma?" tanya lagi karena belum jelas ukurannya. "dua aja cukup". oke lanjut ke dapur, masak sayur asem perdana 😆😂. Saya siapkan sesuai petunjuk mbah uti. Kompor satunya saya rebus bakso, ceritanya mau buat sayur bakso seperti di rumah mbah walang 😅, ditambah jagung dan kacang, rasa sayur bening. 

"wuih masak jam berapa mba?" tanya ante ayu. "jam 9 kenapa yu?" keheranan ditanya begitu. "cepet banget udah mau kelar" jelasnya. Ya ini ngerjain pakai tak tik supaya cepat di dapur, karena suami juga kurang enak badan, dadanya sakit. Duh garam dan lain-lain berapa ukurannya yah. Ke depan lagi tanya mbah uti "ma, bumbunya selain garam apa aja?". "ya garam, mecin dan gula" rasain aja serasa nini. Tiba-tiba takut rasa kacau. Balik ke dapur, bismillah "pas dirasain sih memang kurang pas gimana gitu, yah tapi mbah uti dan mbah kakung mau disuruh nyoba rasa aja gak sempet". Pesen mbah kakung "serasa-rasanya nini aja".

Deg-degkan itu saat makanan kita dicoba orang lain, apalagi perdana. Saat lihat piring kotor, "wah ada yang udah makan nih" batin saya, survey ah gimana rasanya. "Gimana pak rasanya?" deg-degkan campur pasrah. "kurang manis, gak seimbang" jawaban jujur mbah kakung. "gulanya sesendok sih, kurang berarti yah" menganalisa kenapa terjadi. "lah panci gede segitu sesendok kuranglah" mbah kakung memang suka sayur asem yang manis.  Ini percobaan pertama buat sayur asem, semoga besok-besok bisa sukses masaknya. O ya, karena suami mengeluh dadanya sakit, jadi gak sempet masak sambel, jadi pas makan siang tadi berasa kurang temennya ikan cuek. 1 jam 10 menit selesai masak dan mencuci, semoga besok makin cepat dan oke rasa masakannya. 😊
Semangat menerima tantangan memasak 😎😚.

#Kartini
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahbunsayIIP
#ThinkCreative



Think Creative, day 5

Punya anak kinestetik dan mudah bosan itu artinya tantangan supaya mamanya jadi kreatif. Hari ini kita mau main apa yah? Tadi sewaktu belanja ke pasar, alyssa minta lilin-lilinan lagi, gak mau beranjak dari tempat penjual lilin-lilinan. Akhirnya beli lagi serenteng lilin-lilinan harga empat ribu rupiah.

Setelah berbelanja dan sampai rumah, alyssa langsung menuju kamar dan minta dibuka plastik pembungkus lilin-lilinan. Saya lalu ke dapur, membersihkan ayam dan bersiap untuk membuat bumbu ayam. Lanjut masak nasi dan ungkep ayam. Alyssa sudah mulai paham kalau mamanya masak, alyssa asik main dikamar sekalian temani film "zaman dahulu kala". Sesekali saya melihat alyssa sedang apa di kamar. Jam 10 alyssa bilang "nasi goreng", akhirnya saya juga masak nasi goreng kesukaan alyssa. Ayam goreng sebentar lagi selesai, tinggal masak tumis kangkung.

Alyssa minta disuapi nasi goreng, sehingga saya memetik kangkung di kamar. Setelah selesai makan nasi goreng, kangkung juga sudah siap, saya tumis hingga matang. Urusan masak selesai, lanjut main sama alyssa dulu. Saya memanfaatkan stik es krim dan lilin-lilinan yang alyssa beli tadi. Jadilah bentuk es cream. "wah alyssa senang sekali" batin saya saat itu. "kumi mau es cream yang mana?" alyssa memberikan es cream ke kumi. Kumi adalah boneka tangan bentuk kucing. Lalu ditaruh di lemari, "mama mau es cream yang mana?" sambil memegang 2 es cream.  "yang warna hijau saja" lalu alyssa memberikan es cream warna hijau. "makasih ya de", alyssa jawab "sama-sama".


foto : alyssa antusias mengambil stik es cream lilin

es cream bentuk lilin-lilinan ini saya dan alyssa mainan bisa berkali-kali ditemani juga oleh boneka tangan. Permainan harus kreatif karena alyssa mudah bosan. "Main apa lagi yah besok?"😊


#Kartini
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahbunsayIIP
#ThinkCreative

Minggu, 05 November 2017

Think Creative, day 4

Memiliki anak kinestetik dan mudah bosan tentu diperlukan seorang ibu yang kreatif. Termasuk membaca buku cerita, alyssa mudah sekali bosan ingin yang gambar paling menarik, belum selesai mamanya baca sudah ingin membalik halaman berikutnya. Saya bacakan buku tentang qarun, kisah dalam Al-Quran. Saya harus memakai intonasi yang menarik agar alyssa mau mendengarkan setiap kata-kata yang saya ucapkan dan memperlihatkan gambar kalung dan uang koin emas, lalu saya sisipkan pesan agar saling berbagi, misalnya punya 4 potongan kue, alyssa sudah pegang satu sisanya bisa dibagikan dengan yang lain. Saat cerita bumi berguncang dan tanah terbelah sehingga qarun berserta rumahnya terbenam, saya ekspresikan dengan badan saya yang ikut bergoyang. Saya harus punya strategi agar alyssa mau mendengarkan hingga selesai dan berhasil. "yee...lanjut buku berikutnya" selesai dengan buku yang pertama.

Buku kedua yang dibacakan berjudul "Tongkat Nabi Musa", kisah dalam Al-Quran ini, saya sangat memperhatikan intonasi bicara agar alyssa mau memperhatikan saya. Sampai gambar tongkat yang berubah menjadi ular, "wah alyssa makin antusias" pikiran saya saat itu. "ini apa ma?" tanya alyssa menunjuk gambar ular tetapi seperti kayu. "ini tongkat penyihir berubah jadi ular de, kalau ini tongkat nabi musa berubah jadi ular dan bisa memakan tongkat lain yang menyerupai ular". Alyssa tampak serius dan menyukai halaman ini, setelah selesai dibacakan, alyssa balik lagi ke halaman ini.


foto : halaman ini yang disukai alyssa dan tampak antusias.

Mudah bosannya alyssa, bukan berarti tidak bisa membacakan buku hingga selesai. Perlu waktu yang pas dan strategi dalam membacakan buku cerita ke alyssa.

#Kartini
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahbunsayIIP
#ThinkCreative

Pengalaman Belajar Kreativitas di IIP

Belajar di level 9 berbeda rasanya dari level-level sebelumnya. Kemarin saya memberanikan diri melamar menjadi fasil bunsay, karena saya terinspirasi kata-kata teh novi "bisa belajar langsung loh dari ibu septi", wah siapa yang gak mau, bisa belajar langsung dari beliau. Kirim email baru malam penutupan pendaftaran menjadi fasil, pengumuman tiba ternyata saya lolos seleksi jadi fasil. Saya belajar di level 9, sedangkan saya fasil bunsay di level 1, artinya saya beradaptasi menjadi fasil dan bersiap untuk belajar di kelas bunsay #1 dan ditanggal yang sama saya juga dapat tugas reading book. "huaaa...rasanya konsentrasi saya terpecah jadi 3 bagian" diurai satu-satu dan dijalani prosesnya.


Kelas bunsay #1 jam 08.00, ada materi berupa e-book karya kreshna aditya, materi singkat dan padat. "udah gini aja materinya" pikiran saya saat itu. simpel banget, pasti ada sesuatu yang besar nih.


Diskusi malam itu, saya berusaha fokus belajar di kelas saya sendiri dan menjawab pertanyaan dari bunsay #3 serta diskusi singkat. Jam 19.00 sebelumnya saya sudah reading book karya teh kiki barkiah. Awal mulai kelas dibuka dengan pertanyaan, "apa itu kreativitas?", saya jawab "kreatif adalah berpikiran diluar orang kebanyakan", dilanjut diberikan gambar-gambarnya yang membuat peserta kelas makin antusias dan konsentrasi menjawab pertanyaan dari fasil kami.

Pertanyaan selanjutnya "Apa yang pertama terlintas saat melihat gambar ini?"



Peserta kelas bunsay ada yang menjawab seperti potongan puzzle, tulisan "LIFT", ada berpikiran ritsleting sedangkan saya berpikir akan membentuk bangunan ditambah matahari. Dari satu gambar yang diperlihatkan bisa beraneka ragam jawaban, "bagaimana bisa terjadi? apa yang membedakan?" Jadi untuk menjadi ibu yang kreatif, ubah fokus, geser sudut pandang kita.





Gambar dua yang diberikan, "Apa yang dapat terbaca dari tulisan tersebut?'



Banyak teman menjawab "Be Creative" sedangkan saya ragu-ragu karena terlihat lengkungan c berbeda, bisa membentuk huruf lain, tetapi saya belum menemukan apa yang dapat dibaca. Ternyata tulisan yang seharusnya PF GPFATJVF.
Seisi kelas kaget dan ada yang ketawa karena jauh dari perkiraan.



Mengapa semua menebak kata be creative? Apa penyebabnya? menurut saya menyamakan pendapat yang belum tentu benar. Jadi Rumus kedua menjadi ibu kreatif adalah bertanya dulu baru membuat kesimpulan




Pertanyaan terakhir yang diberikan lebih cetar, apakah itu ? menghubungkan 9 titik gambar dibawah ini menggunakan 3  garis  yang tidak terputus saat menghubungkan


Peserta Bunsay sangat antusias mencoba dan mengirim gambar yang sudah dicorat-coret, ada yang gak sadar terbentuk lebih dari 3 garis, atau sampai 5 garis dan ada yang kreatif lengkungan dan garis lurus, ternyata hasil yang benar sesuai gambar dibawah ini. 
ada yang fokus pada angka 3, fokus garis lurus dan fokus tidak terputus



Selain Persepsi dan instruksi yang didapatkan berbeda juga harus out of box.



Proses kreativitas ada 3 model yaitu evolusi, sintesis  dan revolusi.






Menurut saya yang menghambat kreatif adalah rutinitas yang sudah biasa dan rutin. Solusinya cari kegiatan lain agar penuh warna. 

Menjadi Ibu kreatif adalah pilihan yang terbaik agar kita bisa melihat masalah menjadi tantangan. Tidak mudah mengeluh dan gampang putus asa. Berani mencoba hal baru dan berdamai dari masa lalu dan menjadi Ibu kebanggaan keluarga.


cara-cara meningkatkan kreativitas berdasarkan beberapa penelitian yang pernah ada. 

Berjalan Kaki
Sebuah studi pada 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology, mengungkapkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan berjalan kaki memiliki kreativitas yang lebih tinggi dibandingkan orang yang jarang berjalan kaki. Tapi ketika berjalan kaki jangan sambil maen handphone yaa. Pokoknya gunakan jalan kaki sambil liat-liat sekeliling kita.
Keluar dari zona nyaman
Rutinitas yang itu-itu aja bikin kreativitas kita menumpul. Coba sekali-kali kita jalan ke tempat-tempat baru yang belum pernah kita datengin, bersosialisasi dengan orang-orang di luar dari lingkungan kita atau lakukan kegiatan lain selain yang biasa kita lakukan. Karena menurut penelitian, diversifikasi pengalamam bikin pemikiran kita jadi lebih luas dan membuat kita jadi lebih kreatif.
Bermain!
Stuart Brown, penulis buku Play, mengatakan bahwa manusia adalah satu-satunya mamalia yang tidak lagi bermain di masa dewasanya. Padahal bermain itu penting! Menurut Barbara Fredrickson, seorang psikolog dan penulis buku Positivity, mengatakan bahwa bermain mampu meningkatkan mood positif, membuat kita lebih bahagia dan mampu membuat hal-hal baru. Jadi luangkan waktu kita untuk bermain dengan hewan peliharaan kita, main dengan anak-anak atau gabung ke klub olahraga.
Hidup yang seimbang
Biar lebih kreatif, coba lakukan pekerjaan yang membutuhkan intelektual tinggi dan lakukan pekerjaan yang nggak perlu pake mikir banyak. Adam Grant, profesor manajemen Wharton School dan penulis buku Give & Take, mengungkapkan dengan mengatur kegiatan kita ini dapat ngebantu memberikan ruang buat otak kita jadi lebih kreatif.
Nah itu dia empat cara meningkatkan kreativitas kita berdasarkan berbagai penelitian yang pernah ada. Kreativitas tuh kayak pensil, sering dipake bisa tumpul tapi juga perlu diraut. Biar apa? Ya biar makin kreatif dong yah. 😊

Saat ini saya sedang keluar dari zona nyaman saya dan berdamai dengan masa lalu, saya harus hadapi masalah menjadi tantangan. Virus minder saya dan untuk menonjolkan kemampuan saya, saya mendaftarkan diri menjadi fasil. Ini adalah amanah sekaligus pembuktian diri bahwa saya mampu. Semaksimal mungkin yang saya mampu untuk memberikan manfaat dari diri saya. 

Siang tadi juga saya mulai berproses kreatif, memasak bersama alyssa dan alyssa bisa tahan didapur selama 3 jam adalah hal luar biasa. Mulai dari bersihin udang di bawah supaya alyssa lihat prosesnya, alyssa bosen ganti main ketumbar dipindah-pindahkan, alyssa bosen lagi ganti ngupas bawang, alyssa bosen lagi saya ajak liat kocok tepung dan telur. Sudah jadi sayur bening, udang saos, udang tepung, alyssa suka tepungnya. Masak selesai masih ada tugas beberes dapur dan alat yang sudah dipakai. Saya bawa alyssa naik ke wastafel cuci piring, alyssa ikut proses cuci piring, pegang busa untuk mencuci dan senang main air ditambah baju yang basah. Untuk alyssa yang kinestetik dan bosenan, bagi saya memasak 3 jam dengan alyssa dan selesai beberapa masakan adalah keberhasilan dan hasil dari kreativitas. Saya melihat hal ini sebagai tantangan. Bagaimana level 9 ini merancang para bunda untuk bisa melihat masalah menjadi tantangan, mencoba dan berani keluar dari zona nyaman dan saya mulai melakukannya. Memasak saya belum mahir, jadi tadi masak sayur beningpun saya sudah senang karena rasanya berhasil, pernah masak dan rasanya gak karuan dan bisa masak sama alyssa makin luar biasa dan membuat saya berpikir saya mampu melakukan lebih dari ini.

Hari ini saya menerima tantangan memasak bersama alyssa, reading share book, memberikan materi level 1 untuk kelas bunsay bogor dan aktif dalam diskusi di kelas saya sendiri bunsay #1 jakarta untuk materi level 9. Semuanya saya lakukan dengan penuh semangat dan memberikan saya energi lebih untuk melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan termasuk mengatur manajemen gagdet saya, membaca materi dan diskusi saat anak tidur. Alhamdulillah. 😊

Terima kasih Ibu Septi dan Pak dodik atas pemikiran-pemikiran yang luar biasa yang merubah pandangan saya akan masalah menjadi tantangan dan harus berani untuk mencari pemecahan masalah dengan berpikir kreatif. Terima kasih untuk materi level 9 yang diberikan berbeda dari level-level sebelumnya dan terima kasih Mba Anna dan Teh Eka atas waktu dan kesediaan fasil kami membersamai kami dalam belajar kreativitas. 


📚 Sumber Bacaan/sumber inspirasi:

1. _EBook  membangun kreativitas sesuai Kreshna Aditya, 2017_

2. _Diskusi kelas kreativitas bunda sayang Ibu Profesional, bersama fasilitator Anna Andriani dan Eka Ratnawati, 2017_

3. _Hasil perenungan tentang pola kreativitas di dalam keluarga ( Abdi Kurniawan Alusyi), 2017_

4. http://www.provoke-online.com/index.php/special/8976-4-cara-meningkatkan-kreativitas-lo

#kelasbundasayang
#InstitutIbuProfesional
#ThinkCreative

x

Sabtu, 04 November 2017

Think Creative, day 3

Pagi tadi niatnya mau sarapan bubur, udah siang juga berangkat jam 8.30 baru jalan sekalian mampir ke pasar terdekat. Niatnya mau masak orek tempe udang dan sayur bening aja, tetapi udang ternyata gak ada. Hanya ada ikan bandeng dan ikan kembung, tetapi dua hari kemarin sudah masak ikan kembung sedangkan ikan bandeng pengemarnya kurang. "duh gimana yah?" ya udah keluar pasar dulu, cari di pasar yang lain, sekalian sarapan bubur. Saya akhirnya mampir ke pasar pejagalan, jauh juga kalau dari rumah, dapat udang 1/2 kg, lanjut cari bahan-bahan yang lain di pasar dekat rumah.

Jam 10.30 saya sampai dirumah, masak nasi belum, piring dan gelas banyak yang kotor. "mmm...yang penting masak nasi dulu" pikir saya. Segera saya cuci beras dan masak nasi. "Apa lagi yah, o ya udang dulu dibersihkan" percakapan di otak saya, cari cara tercepat supaya selesai sebelum adzan dhuzur. Ditepislah pikiran takut gak selesai. Karena biasanya mbah uti, sudah panik duluan kalau kesiangan ke pasar padahal baru jam 10. Alyssa belajar sendiri di kamar, lagi baca buku dengan pen. Masya allah, alyssa mungkin paham mamanya lagi mau ngebut dulu masaknya. 😂😆. Udang selesai, lanjut saya rebus air buat sayur bening, walaupun sayuran belum dipotong. Lanjut potong tempe dan di goreng, alyssa udah mulai nyusul ke dapur dan mulai manjat rak piring. Pikiran makin cabang antara jagain alyssa dan masak tempe. Alyssa suka sekali manjat termasuk rak piring, "alyssa mau ambil apa de?" sambil memegang alyssa. Alyssa menunjuk piring bergambar, setelah diambil piring, alyssa turun. saya lanjutkan memotong jagung dan dimasukkan ke air rebusan tadi, karena proses jagung lebih lama. Sambil memilih cabe merah, cabe rawit dan alhamdulillah masih ada tomat, saya lupa beli cabe hijau dan tomat.

Sewaktu dipasar antara mau buat keripik udang atau orek tempe udang. Saya potong-potong bahan-bahan yang sudah disiapkan. Saya masukkan wortel dan labu untuk sayur bening. Kompor satunya saya tumis bumbu orek tempe dan udang. Sayur jadi dan orek tempe udangpun sebentar lagi selesai. Lalu saya dengar alyssa bilang " nasi goreng", saya pastikan lagi karena denger nasi goreng saat saya di dapur. "alyssa mau nasi goreng?" tanya saya memastikan. "ya" sambil asik di kamar. " ya udah tunggu dikamar dulu, mama masak dulu ya nasi gorengnya" lanjut ke dapur. Gulek cabe dan bawang putih, baru buat nasi goreng. Setelah nasi goreng jadi, saya beres-beres alat-alat dapur dan nyapu dulu. Jam menunjukkan pukul 11.30, artinya masak nasi, sayur bening, tempek orek udang dan nasi goreng pesenan alyssa sudah selesai. Kali ini mbah uti bantuin nyuci piring dan gelas, karena alyssa sudah bilang lagi "nasi goreng". 

Apa yang membuat hati ini bahagia dan berbunga-bunga, karena suami saya bilang "wah keren cuman 1 jam udah jadi semua termasuk nasi goreng alyssa", saya senyum-senyum gitu. 😍😊. 

Karena saya pakai strategi, yang kira-kira prosesnya lama saya dahulukan dan urusan cuci mencuci bisa belakang setelah masakan sudah jadi semua. 
"Makin buat semangat bisa bikin yang lain kan!"😎 bisa lah jadi master chef untuk keluarga 😂

#Kartini
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahbunsayIIP
#ThinkCreative

Jumat, 03 November 2017

Think Creative, day 2

Pagi hari agenda saya nyuci baju, belum selesai ngejemur baju, alyssa udah nangis minta ikut. Biasanya saya kasih ember dan diisi air karena lagi flu dan batuk, jadi gak ikutan main air, nangis yah, kerjaan belum selesai juga sedangkan tugas lain masih menanti. Akhirnya alyssa saya ajak dan memutar otak, gimana yah biar baju bisa dijemur tetapi anak gak nangis, wah diajak nonton upin ipin dulu sebentar, lalu diajak ngobrol dulu "de, mama bentar ya, jemur sebentar, nanti balik lagi" pinta saya, wah alyssa ternyata asik dan saya bergegas menyelesaikan tugas saya tadi. sempet nyamperin saya lagi, karena minta minum, saya cek lagi di lantai atas gak ada gelas. Suami saya memeriksa ke atas dan mungkin alyssa sudah mau diajak lagi, tetapi alyssa menolak, jadi suami saya ambil gelas di lantai bawah. saya selesai menjemur, lanjut gosok bisa nih (batin saya). Gosok bajunya juga di kamar tante rahma, karena anaknya disana. Alhamdulillah selesai. 😊

Tantangan kedua, masih berjibaku dengan dapur, "masak bihun perdana" 😆.

Karena masih ada daging kemarin, tinggal ditambah masak bihun. Belum pernah buat, tetapi kalau lihat masaknya udah pernah. 
lalu tanya bahan-bahan dan bumbu-bumbunya. 
Bumbu yang dihaluskan : bawang merah, bawang putih, kemiri dan lada. 
sempet nawar gak diblender aja emak, 😂 katanya nanti bumbunya susah diambil, cuman sedikit. 
Bumbu halus ditumis, sebelumnya bihun jagung sudah direbus sebentar dan ditiriskan. Tumisan bumbu setelah harum ditambah daun bawang dan sawi, ditambah air, kecap, garam, mecin dan direbus sebentar lalu masukkan bihun. Ini garam, mecin dan kecap kira-kira sendiri. 😂😅
deg-degkan juga perdana. Jadi juga bihun gorengnya lalu ditaburi bawang goreng. 


Foto : Bumbu yang sudah ditumis direbus dahulu sebelum dimasukkan bihun jagung


foto : Memasak bihun sederhana, tetapi bagi yang belum pernah sudah luar biasa 😅. Penilaian dari mama saya, ternyata kurang kecap aja. 😁


Berani mencoba dan tidak takut gagal untuk menjadi ibu yang kreatif ⛅
Yuk, jadi ibu yang kreatif. Tak ada masalah yang ada hanyalah tantangan. 😊

#Kartini
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahbunsayIIP
#ThinkCreative

Kamis, 02 November 2017

Think Creative, day 1



Tantangan level 9 "think creative", membuat hidup makin hidup, bayangkan saja diri ini ditantang untuk merubah kata masalah menjadi tantangan. Setiap hari bisa ada masalah, saatnya merubah menjadi tantangan dan buat sesuatu yang beda. 

Momentumnya bisa pas banget ya, karena yang jagain galon resign, hasilnya mbah uti gak bisa masak walaupun cuman ala kadarnya. Akhirnya sudah beberapa hari ini, saya masak yang saya bisa, itu juga yang sederhana karena sekalian jagain alyssa yang kinestetik dan mudah bosan.

Tantangan level 9, hari pertama saya beri judul "Masak Rendang Perdana ala Mama Alyssa"

Dari kemarin alyssaku lagi batuk dan pilek. Awalnya kepikiran gak bisa masak nih, takut anak rewel gak mau ditinggal. Tetapi gak boleh jadi alasan kan gak masak. 
"ayo kartini kamu bisa, yang simpel aja pikirkan" batin saya sudah bergejolak dari subuh.  "hmm...masak ikan cuek sama sayur bening aja kali yah" rencana awal. tetapi gagal, karena ke pasar sudah mendekati jam 9, artinya ikan cuek udah banyak dikerubutin lalat (gak deh, pikirkan menu lain, ayo..)

Tiba-tiba kepikiran game level 9, "aahaa.. buat sesuatu yang beda, yang belum pernah" perang batin 😂 ini antara di acc sama mbah uti apa gak yah."
coba dulu bilang, gak di acc pikirkan yang lain. wah ternyata respon diluar dugaan, diperbolehkan bunprof, senang campur takut tetapi lebih seru coba hal baru 😅
Sebelum ke pasar tanya mbah uti dulu, bahan-bahan apa aja yang mesti dibeli. Ada
daging segar, daun salam, daun jeruk, sereh, lengkoas, jahe, cabe merah, kelapa parut, yang hendak dibeli. 

Wah, sampai rumah rencananya mau rebus cabe dulu, tetapi karena flu alyssa jadi maunya ditemenin. (wah, gagal gak yah masak daging, jadi gak yah). " ayo ni, cari ide biar alyssa asik main apa gitu, saya jadi bisa masak". Saya bawa bawang merah dan bawang putih ke kamar, alyssa yang awalnya main lilin-lilinan berubah haluan jadi ikutan ngupasin bawang pakai tangan. 


foto : alyssa tampak sibuk ngupas bawang, kamarpun bau bawang 😂

Selagi alyssa asik ngupas bawang, saya rebus cabe merah dan menemani alyssa. Bawa juga lengkoas dan jahe, kupas di kamar. Semangat, mencoba hal baru itu seru. Setelah selesai, saya tanya mbah uti, masing-masing butuh berapa banyak. 
7 bawang merah, 6 bawang putih, cabe rebus, 5 kemiri, ketumbar diblender hingga halus. Kelapa yang telah diparut diambil santannya dulu, pisahkan antara yang kental dengan bening. Ini alyssa juga ada di dapur, lagi mainan ketumbar dipindahkan satu per satu. 


foto : tampak dapur yang acak-acakan, karena alyssa sedang mengexplorer bumbu-bumbu dapur. yang penting bisa masak, urusan beresin belakangan. 😆

Tumis bumbu yang sudah diblender hingga matang, tambahkan daun jeruk, daun salam, sereh dan jahe yang telah dikeprek. tumis lagi, baru daging dan santan bening. lalu sewaktu-waktu diaduk. Sambil menunggu air berkurang, saya mulai merapikan dapur, cuci piring dan gelas dulu. saat mulai berkurang airnya (sat), baru ditambahkan santan kental. lanjut di rebus, saya lanjut nyapu lantai sampai beresin kamar. Semua sudah rapi, tinggal menunggu sat santanya, ditambahkan sedikit garam, mecin dan gula merah, aduk-aduk agar tidak nempel/gosong. alhamdulillah masak rendang selesai sebelum dhuzur.


foto : Memasak rendang perdana 😊

"yeee...akhirnya bisa juga" senangnya bukan main. Akhirnya mbah uti juga bilang "kalau gak dicoba, mana bisa-bisa". "ya ma, siap masak yang lain". 😊

#Kartini
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahbunsayIIP
#ThinkCreative

Zona Newstime Minggu Ke-2

Zona N Minggu kedua,  kami akan mengadakan selebrasi cluster. Wah.. kira-kira selebrasi mau dibuat gimana ya? Jujur, Minggu ini saya jarang ...